Liburan Akhir Semester

 

Liburan Akhir Semester

Lubna Khairunnisa

Halo semua perkenalkan nama saya Lubna Khairunnisa Nugraha, bisa di panggil Lubna! Akhir pekan ini, keluarga saya memutuskan untuk menikmati waktu bersama dengan mengeksplorasi Jakarta. Tujuannya adalah mengunjungi Plaza Senayan, Senayan City, dan Museum Nasional atau yang lebih dikenal sebagai Museum Gajah. Rencana ini terdengar sederhana, tapi bagi kami, ini adalah cara yang seru untuk bersantai, berbelanja, dan sekaligus belajar sejarah.

Pagi itu, kami berangkat dari rumah sekitar pukul 9. Tujuan pertama kami adalah Plaza Senayan, salah satu mall bergaya klasik di Jakarta yang terkenal dengan suasana elegannya. Sesampainya di sana, mall masih cukup sepi, sehingga kami bisa menikmati suasananya dengan tenang. Ikon utama Plaza Senayan, jam besar di atrium tengah, langsung menarik perhatian kami. Kami sempat berhenti sejenak untuk berfoto di dekat jam itu sebelum melanjutkan perjalanan.

Ibu langsung menuju butik favoritnya untuk melihat-lihat koleksi pakaian terbaru, sedangkan ayah memutuskan untuk pergi ke toko perlengkapan olahraga. Sementara itu, saya memilih masuk ke toko buku yang besar dan lengkap di salah satu sudut mall. Saya menghabiskan waktu mencari novel fiksi yang sudah lama saya incar. Setelah puas berkeliling, kami berkumpul kembali di sebuah restoran Jepang untuk makan siang lebih awal. Menu sushi, udon, dan tempura yang kami pesan terasa sangat lezat dan membuat kami lebih bersemangat untuk melanjutkan hari.

Setelah selesai di Plaza Senayan, kami menuju Museum Nasional. Lokasinya tidak terlalu jauh dari kawasan Senayan, jadi perjalanan cukup cepat. Museum ini adalah salah satu tempat favorit saya sejak kecil. Begitu tiba, bangunan bergaya kolonial dengan patung gajah perunggu di depannya langsung menyambut kami. Patung ini, kami diberitahu, adalah hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand pada abad ke-19.

Kami memulai eksplorasi museum dari ruangan arca-arca kuno yang berasal dari zaman Hindu-Buddha di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Arca Ganesha, yang detail ukirannya sangat mengagumkan. Ayah terlihat serius membaca deskripsi di setiap koleksi, sementara ibu mengambil foto di beberapa sudut ruangan.

Setelah itu, kami beranjak ke ruangan lain yang memamerkan koleksi keramik dari berbagai masa, termasuk keramik Dinasti Ming. Saya terkesan dengan kerajinan yang menunjukkan bagaimana hubungan perdagangan antara Indonesia dan negara lain sudah berlangsung sejak lama. Tak lupa, kami juga mengunjungi bagian yang memamerkan replika perhiasan kerajaan, senjata tradisional, dan alat musik kuno. Di sini, kami sempat berbincang dengan seorang pemandu museum yang dengan ramah menjelaskan sejarah Kerajaan Majapahit dan peninggalannya.

Kunjungan kami di Museum Nasional berlangsung selama sekitar dua jam. Sebelum pergi, kami menyempatkan diri berfoto di depan patung gajah ikonik museum tersebut. Rasanya menyenangkan bisa belajar banyak hal baru sambil menikmati suasana tenang museum.

Setelah puas di museum, kami melanjutkan perjalanan ke Senayan City (Sency). Mall ini memiliki suasana yang berbeda dari Plaza Senayan. Dengan desain yang lebih modern dan megah, Sency menawarkan pengalaman belanja yang lebih trendi. Ibu kembali sibuk berbelanja di toko aksesori rumah. Kali ini, ia mencari hiasan meja dan vas bunga yang cantik. Ayah, di sisi lain, memanfaatkan waktu untuk mengunjungi toko gadget di lantai atas.

Saya sendiri langsung menuju ke toko sneakers yang cukup besar di Sency. Koleksi yang dipajang sangat menarik, dan saya sempat mencoba beberapa model terbaru. Setelah lelah berkeliling, kami berkumpul kembali di sebuah kafe yang terkenal dengan dessert-nya. Saya memesan es krim rasa salted caramel, sedangkan ibu dan ayah masing-masing memilih kopi dan cheesecake. Kami duduk santai sambil menikmati makanan manis ini, berbincang tentang keseruan hari itu.

Menjelang malam, kami memutuskan untuk makan malam di food court Sency yang memiliki banyak pilihan makanan. Saya memesan nasi ayam hainan, ibu mencoba salad segar, dan ayah memilih steak. Kami makan dengan santai sambil menikmati suasana malam di mall.

Tidak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Hari itu terasa sangat lengkap. Mulai dari belanja santai di Plaza Senayan, belajar sejarah di Museum Nasional, hingga bersantai di Senayan City, semuanya memberikan pengalaman yang berkesan.

Meskipun hanya menghabiskan waktu di Jakarta, hari itu menjadi salah satu momen liburan yang tak terlupakan. Saya menyadari bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam hal-hal sederhana, terutama jika dinikmati bersama keluarga. Kebersamaan, tawa, dan pengalaman baru selalu menjadi hal yang paling berharga.

 

 

Foto dan dokumentasi:










Comments

Popular posts from this blog

liburan sekolah